Kamis, 10 Desember 2015

Cerita pendeku indahnya hidup ( fiksi)



Benih air mengalir
benih daun berguguran.
benih rasa bertaburan
benih hidup bermuara

Seja,sayup melambai seakan matahari berjumpa
melihat keindahan bersama kekasih yang tak  sirna.
hanya lamunan semata,betapa kesedihan mendung meyelimutinya.
semilir angin yang berhembus.sebersik rintihan hujan.
Andai kau tau,diluarsana...?

sepasang merpati yang berteduh menikmati secangkir kopi hangat.
Nan elok ucapan manis yang terkunjung sirna.Hingga azan berkumandang.
seakan sangat cepat.
Namun dikau tau,
Dinginnya suasana menerpaku untuk duduk bersamamu.
Suasana dingin seakan tak punya arti.
Bahwa suasana hangat lah yang terjadi.

seperti aku ini..
beberapa bulan yang lalu.
aku selalu duduk bersama merpati disini.
dikursi yang sederhana ini.
namun miliki arti yang tekpernah terganti.

Susana seakan mengubahku menjadi yang lebih berarti.
bukan dinginya semata namun hangatnya cerita yang ada.

senja yang ada seakan berjumpa dengan sang surya
bukan seakan kesedihan yang ada.
namun,melainkan nikmati ciptaan tuhan nan siklus alam yang ada.

Sangsurya telah pergi
Namun bukan berarti tak kembali
Pergi untuk mencari ilmu
Tuk bersama menyambut masa bersamamu

Dengan nikmat tuhan yang tak terpungkiri
Menjadi arti
Bahwa surya sangat berarti 
Dan tuk ditunggu kembali di pagi hari
Dengan sayuk daun berbasahan
Sekan indahnya hidup bersama Mu tertahan

Masa yang kekal abadi tuk menunggu mati
Seberapa tuhan memberi surya 
 seakan tuk menunggu surya kembali padam. 
Namun kukan melakukan itu demi bumi. 
Kukan bergerak dari uduk Timur hingga ufukk Barat. 
Kukan lakukan seindah mungkin jika tanpa sang substrate yang menghalangi.

Oh manusia, betapa nikmatnya rasa untuk tuk bersyukur karna ku.
Karna fotosintesis  sangat memerlukan ku hingga sampai kau berdiri tegak menjadi panduan ibumu. 

Indahnya pakaian bisa menghasias tubuhmu, dgn bantuanku. 
Ku tak pernah berhenti melayani dikau. 

Hati terpukul.
Air mata melintang 
Bibir berewek 

Perintah tuhan tuk berbalik terbitku 







#apalah #ndaktau #hhihihihihi #